PENTINGNYA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI PERGURUAN TINGGI
MEGAWATI HAPULU
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS POHUWATO
EMAIL: megawatihapulu@gmail.com
Abstrak
Dirjen Pendidikan RI memutuskan memasukkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di semua perguruan tinggi dan jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuabn berbahasa dan mengembangkan keperibadian siswa. Sudah menjadi kewajibanbagi kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dengan baik dan benar, agar Bahasa Indonesia tetap terjaga keasliannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui;
1) Pemahaman berbahasa, 2) Kursus Bahasa Indonesia untuk mahasiswa, 3) Pentingnya Bahasa Indonesia di perguruan tinggi, 4) Tujuan dan manfaat kursus Bahasa Indonesia. Jadi Bahasa Indonesia penting dipeklajari di perguruan tinggi, karena Bahasa Indonesia adalah Bahasa pemersatu, pedoman penyususnan dan penggunaan Bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah, serta untuk mendalami Bahasa dalam berkomunikasi dan untuk dilestarikan oleh penutur aslinya.
Kata Kunci: Bahasa Indonesia, Penting, Universitas
A. PENDAHULUAN
Bahasa adalah alat yang digunakan oleh kelompok sosial untuk melakukan proses komunikasi, interaksi dan identitas diri. Bahasa dapat mengarahkan kita melalui ruang dan waktu. Dengan adanya bahasa bisa membantu kita untuk mempelajari berbagai macam hal. Bahasa adalah alat pengenal diri yang digunakan sebagai alat komunikasi antar individu.
Indonesia ialah bahasa persatuan. Indonesia terdiri dari 17.000 pulau dan sekitar 718 bahasa daerah. Sebelum bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional, masyarakat Indonesia berkomunikasi dengan bahasa daerahnya masing – masing yang diwariskan dari zaman duhulu Bangsa Indonesia menjadi salah satu bahasa pemersatu antar daerah yang memiliki bahasa yang bervariasi sehingga dapat memberikan efektivitas dalam kemudahan berkomunikasi.
Bahasa Indonesia sangat berkaitan dengan masyarakat karena dalam bahasa ini memprerioritaskan sikap cinta tanah air dan menghormati tanah air serta tidak ada perbedaan dalam berkomunikasi. Bahasa memberikan fasilitas komunikasi dari semua aktivitas kita. Sebagai makhluk yang selalu membutuhkan orang lain, manusia tidak bisa terhindar dari komunikasi. Komunikasi adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan tujuan memahami maksud dari informasi yang diberikan oleh orang lain. Sebagai warga negara Indonesia sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia yang benar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Bahasa Indonesia menjadi salah satu identitas dan menjadi sebuah perantara dalam berkomunikasi. Oleh karena itu ada baiknya jika Anda menguasai bahasa Indonesia setelah SMA atau setidaknya memiliki pengetahuan bahasa Indonesia yang cukup. Namun pada kenyataannya masih ada beberapa siswa yang dapat berbahasa Indonesia secara utuh.
Sampai saat ini, bahasa Indonesia berperan dalam banyak bidang kehidupan, termasuk sebagai media komunikasi antar warga negara dan masyarakat Indonesia. Indonesia masih memegang peranan penting dan terus menjadi sumber kebanggaan bagi warga Indonesia itu sendiri. Fakta membuktikan bahwa bahasa Indonesia semakin banyak digunakan dalam berbagai kegiatan seperti rapat, siaran radio, televisi, pidato kenegaraan, pidato politik, pelaksanaan prosedur administrasi dan sebagai bahasa pengantar di semua jenjang pendidikan. (Masnur, 2010).
Kenyataannya tidak hanya dipelajari oleh penutur asing di Indonesia yang dikenal dengan BIPA, tetapi juga menjadi mata kuliah wajib di beberapa negara lain salah satunya Australia. Dalam hal ini, Indonesia menjadi topik yang menarik. Penulis memilih judul Pentingnya Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi dikarenakan mengetahui cara menggunakan bahasa Indonesia yang baik memiliki banyak manfaat dalam dunia pendidikan terutama diperguruan tinggi (Mnto. 2007). Di perguruan tinggi, bahasa digunakan untuk membuat artikel ilmiah, proposal penelitian, artikel dan bagian penting dari bahasa Indonesia ini sebagai alat komunikasi antara siswa dan guru. Penyatuan bahasa memudahkan siswa untuk memahami dan mengolah informasi yang diterima dan diajarkan, serta memudahkan guru dalam menyampaikan materi. Bahasa Indonesia memiliki banyak kelebihan yang sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari.
B. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan suatu metode pendekatan secara Deskriptif Kualitatif. Di mana penelitian deskriptif dapat diartikan mengumpulkan data atau sumber- sumber yang didasarkan pada beberapa faktor yang memang mendukung pada objek penelitian, lalu melakukan analisa pada beberapa faktor tersebut yang bertujuan untuk mencari peranannya hingga ditemukan suatu hasil yang valid. Sugiono (2021) menyatakan bahwa penelitian kualitatif didasarkan pada pengumpulan informasi subjektif orang seperti makna, pengalaman, dan deskripsi dalam subjek untuk mengembangkan teori.
Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan untuk mengeksplorasi suatu rumusan atas suatu subjek yang tidak memiliki teori sejalan dengan teori yang ada. Selain itu, teori dalam penelitian kualitatif tidak begitu jelas pada awalnya tetapi akan dihasilkan setelah pengumpulan dan analisis data. Sebagai metode utama penelitian, metode kualitatif menawarkan spektrum kemungkinan penelitian yang luas melalui kombinasi beberapa teknik. Penelitian kualitatif membutuhkan pengenalan berbagai realitas dan upaya untuk menangkap perspektif penyelidikan. Dari sudut pandang ini, kita melihat bahwa dalam penelitian kualitatif adalah subjek atau sumber yang sangat penting untuk diselidiki.
Hasilnya sangat tergantung pada emosi atau analisis mendalam dari isi sumber informasi. Penelitian kualitatif memungkinkan untuk beragam interpretasi realitas dan data. Hal ini dilakukan karena dalam jenis penelitian ini analis menggunakan data sekunder, tetapi tidak membawa dasar konseptual seperti yang dipikirkan banyak orang. Memiliki pikiran terbuka memungkinkan untuk mengarahkan penyelidikan pada saat itu dan menarik jenis data lain yang awalnya tidak dimaksudkan.
Dengan kata lain, penelitian kualitatif mengakui bahwa evolusi fenomena yang sedang diselidiki dapat mengarah pada redefinisi. Dalam metode penelitian kualitatif, peneliti berusaha untuk menggambarkan tidak hanya fakta, tetapi juga memahaminya melalui analisis data yang komprehensif dan beragam serta selalu menunjukkan karakter yang kreatif dan dinamis. Penelitian kualitatif mempelajari konteks struktural dan situasional, mencoba mengidentifikasi sifat dasar realitas, sistem hubungannya dan struktur dinamisnya. Dengan menelaah dokumen dari penelitian sebelumnya maupun sumber lainnya, peneliti biasanya dapat memperoleh lebih banyak data. Hal tersebut merupakan salah satu teknik yang paling banyak digunakan dalam penelitian kualitatif. Untuk observasi, studi kasus memiliki kesempatan unik untuk memperoleh informasi dalam kasus lain yang tidak tercapai dan dapat mempengaruhi hasil. Sedangkan penelitian kualitatif merupakan suatu bentuk penelitian yang memiliki hubungan dengan berbagai macam ide, pendapat, persepsi, hingga kepercayaan dari sumber yang pada dasarnya akan dilakukan penelitian dan seluruhnya tidak bisa di ukur dengan angka. Apabila dapat diukur dengan angka, maka penelitian ini tidak bisa dinamakan dengan penelitian kualitatif, melainkan penelitian kuantitatif.
Pada penelitian ini, menggunakan suatu teori yang cenderung tidak memaksa peneliti untuk mendapatkan suatu gambaran seutuhnya tentang suatu hal yang berdasarkan pada pandangan manusia yang telah diteliti. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif
kualitatif yang di mana peneliti mengumpulkan beberapa sumber literatur yang memang dinilai dapat dipertanggungjawabkan tingkat keabsahannya. Literatur-literatur yang didapatkan oleh penulis kemudian dijadikan referensi sumber penelitian. Selain itu, peneliti juga melakukan analisis terhadap beberapa sumber literatur-literatur yang dijadikan referensi oleh peneliti.
Data yang akan penulis dapatkan adalah berupa data kualitatif. Data kualitatif adalah temuan deskriptif dan konseptual yang dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, atau observasi. Menganalisis data kualitatif memungkinkan kita untuk mengeksplorasi ide dan menjelaskan lebih lanjut hasil kuantitatif. Sementara pengumpulan data kuantitatif menggunakan pengambilan data numerik (apa, di mana, kapan) dan sering disajikan dengan model narasi. Analisis kualitatif menggunakan pen ilaian subjektif yang digunakan sebagai alat dalam menganalisis nilai atau perkembangan subjek penelitian berdasarkan informasi yang tidak dapat diukur. Analisis kualitatif kontras dengan analisis kuantitatif, yang berfokus pada angka-angka yang ditemukan dalam laporan seperti neraca.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
- Pelajaran bahasa Indonesia sudah menjadi pelajaran wajib sejak kita berada di sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Pemerintah memastikan bahasa indonesia sebagai pelajaran wajib karena bahasa indonesia menjadi pemersatu bangsa, suku dan juga budaya di Indonesia. Adanya bahasa Indonesia membentuk keserasian tanpa harus melupakan bahasa daerah. Dewasa ini pengaplikasian bahasa yang tepat mengalami kemunduran karena berkembangnya bahasa gaul. Banyak pelajar yang belum memahami kaidah penulisan atau pengucapan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah karena mereka berpikir bahasa gaul lebih mudah untuk diucapkan dan lebih luwes.
Pemerintah memberlakukan mata pelajaran ini sebagai mata pelajaran yang wajib agar pelajar tetap menggunakannya seperti dalam penulisan karya ilmiah. Bahasa Indonesia terlihat mudah namun sebenarnya adalah bahasa yang kaya. Penulisan bahasa indonesia harus memperhatikan kaidah dan aturan. Kaidah yang digunakan dalam bahasa Indonesia:
a. Kaidah ejaan. Pengaturan mengenai pelafalan suatu kata/kalimat dan penggunaan huruf capital, huruf miring, atau pun akronim. b. Kaidah morfologi. Kaidah mengenai pembentukan kata seperti kata majemuk, kata ulang, dan imbuhan c. Kaidah sintaksis. Kaidah yang mengatur mengenai hubungan suatu kata d. Kaidah semantik. memperhatikan petunjuk dan aturan. Petunjuk yang digunakan di bahasa Indonesia:
a. Petunjuk ejaan. Pengaturan mengenai pelafalan suatu kata atau kalimat dan menggunakan huruf capital, huruf miring.
b. Petunjuk morfologi. Petunjuk mengenai pembentukan kata seperti kata berbagai rupa, kata ulang, dan imbuhan
c. Petunjuk sintaksis. Petunjuk yang mengatur mengenai hubungan suatu kata. Kaidah juga memetik makna kata sebuah Pengertian Bahasa, Bahasa adalah sistem simbol bunyi yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk bekerja sama, dan bersangkutan (Puspitasari, 2017). Sifat Bahasa Munurut Mulyati :
a) sistematis, yaitu terdiri atas pola-pola yang teratur dan saling memiliki hubungan;
b) sewenang wenangnya, yaitu. bentuk dan makna arbitrer menurut pemakainya;
(c) konvensional, yaitu. bentuk dan makna ditentukan berdasarkan kesepakatan masyarakat;
(d) dinamis, yaitu bentuk dan makna berkembang/berubah sesuai perkembangan. Bahasa terdiri berdasarkan aturan dan cara yang tidak bisa dilanggar agar tidak terganggu komunikasi yang kelanjutan. Aturan desain, aturan dan pola mencakup sistem suara, urutan bentuk dan urutan kalimat. Agar komunikasi berjalan baik, penerima dan pengirim bahasa harus menguasai nya. Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia Bahasa Indonesia memiliki sebuah tempat yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beberapa suku bangsa. Setiap suku bangsa memiliki bahasa daerah.
Dalam kedudukannnya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai
:
(1) lambang kebanggaan kebangsaan,
(2) lambang identitas nasional,
(3) alat perhubungan antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya, dan
(4) alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang yang sosial budaya dan bahasa mereka masing-masing ke dalam sebuah kesatuan bangsa Indonesia. Sebagai suatu lambang kebanggaan, bahasa Indonesia memperlihatkan nilai sosial dan budaya yang mendasar rasa kebangsaan (Umar, 2017). Bahasa Indonesia merupakan lambang tanda diri bangsa, dan harus dilestarikan agar memiliki identitas. Sebagai tempat komunikasi antarwarga, daerah, dan suku bangsa, bahasa Indonesia merupakan tempat penting bagi pengujar di daerah Indonesia agar setiap orang dapat leluasa menjelajahi tempat di Indonesia tanpa susah akan memahami bahasa.
Bahasa Indonesia berperan besar seperti (1) bahasa resmi nasional (2) bahasa pengantar pendidikan, (3) alat untuk ber komunikasi di tingkat nasional dan merencanakan serta melaksanakan pembangunan, (4) alat untuk mengembangkan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai bahasa resmi negara, bahasa Indonesia digunakan baik secara lisan maupun tulisan dalam berbagai acara pemerintahan. Sebagai bahasa pendidikan dalam dunia pendidikan, bahasa Indonesia digunakan di tempat pendidikan dari kecil hingga perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Berhubungan seperti fungsi ketiga, bahasa Indonesia adalah sebuah alat yang menghubungkan tingkat nasional untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan nasional, untuk kepentingan pemerintah. Seperti hal lainnya, bahasa Indonesia merupakan satu-satunya yang memungkinkan Indonesia untuk
membina, mengembangkan budaya nasional sehingga memiliki ciri-ciri dan pengenal dirinya sendiri, yang membedakan dari kebudayaan daerah.
Fungsi Dari Bahasa Indonesia Sebagai bahasa yang memiliki fungsi dasar sejak pendiriannya. Adanya fungsi membuat bahasa Indonesia tumbuh besar dan dikenal oleh negara lain. Bahasa Indonesia berfungsi dasar sebagai :
(1) alat pemersatu,
(2) sebagai penguhubung antar masyarakat berbeda daerah,
(3) identitas/tanda pengenal bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia yang mempersatukan bangsa. Bahasa Indonesia menyatukan berbagai perbedaan di Indonesia (Rahardi, M. H, 2009). Indonesia mempunyai pulau yang tersebar dari pulau sabang hingga ke merauke. Bahasa Indonesia menggabungkan segala uniknya dan budaya tersebut menjadi satu dan tanpa adanya perbedaan. Bahasa Indonesia sebagai pemersatu antar masyarakat. Indonesia juga memiliki ratusan bahasa daerah yang ciri khas. Setiap pulau di Indonesia juga memiliki cara komunikasi daerah tersendiri yang dituturkan kepada ruang lingkup daerahnya. Misal pulau sumatera utara dengan Ibu Kota Medan menggunakan bahasa daerah medan untuk berkomunikasi. Pada provinsi Sumatera Utara terdapat banyak bahasa daerah didalamnya seperti bahasa Melayu, Batak Toba, Mandailing, Karo, Simalungung, Nias, Pakpak dan Pesisir Sibolga- Tapanulis Tengah. Dengan banyaknya bentuk komunikasi yang berada pada pulau medan membuat komunikasi menjadi lambat antara masyarakat yang berbeda bahasa. Jika seorang masyarakat menuturkan bahasa batak kepada orang yang berbahasa melayu, maka orang yang berbahasa melayu akan sulit memahami maksud dari perkataan orang yang berbahasa batak dan begitu pun sebaliknya. Maka ditetapkan nya bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional untuk mempermudah komunikasi dan mempermudah memahami maksud dari orang yang berkomunikasi.
Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Identitas adalah jati diri.
Bahasa Indonesia menjadi identitas jika bangsa Indonesia menggunakannya dan menjadikan nya memiliki ciri khas. Bahasa Indonesia menjadi identitas agar mudah dikenali oleh negara lain. Bahasa Indonesia sudah dikenal luas oleh berbagai negara dan dijadikan sebagai pembelajaran seperti Vietnam, Jepang, Ukraina, dan Korea Selatan.
Mata Kuliah Bahasa Indonesia Bagi Mahasiswa Bahasa Indonesia merupakan produk bahasa yang lahir di bangsa Indonesia sendiri. Bahasa Indonesia tidak lahir begitu saja, namun juga melalui proses yang panjang. Bahkan hingga sekarang, bahasa Indonesia masih terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, setiap saat bahasa Indonesia dapat bertambah kosa katanya. Perkembangan zaman yang cepat terutama di era globalisasi ini menuntut bahasa Indonesia untuk selalu berbenah sehingga dapat menampung berbagai macam istilah-istilah baru yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia digunakan untuk menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena bangsa Indonesia memiliki beragam suku yang masing – masing memiliki bahasa daerahnya sendiri. Sebab itu, bahasa Indonesia dapat menjadi suatu usaha untuk mempersatukan perbedaan tersebut dengan berpedoman pada bahasa Indonesia. Selain itu, Bahasa Indonesia memiliki salah satu fungsi yaitu sebagai bahasa baku penulisan makalah Bahasa Indonesia yang baik dan benar dianjurkan untuk menulis
artikel ilmiah bahasa Inggris harus digunakan sebagai bahasa internasional. Namun, artikel ilmiah tersebut juga harus ditulis dalam bahasa Indonesia agar banyak pihak dapat membaca artikel tersebut tanpa terkecuali. juga dapat mempelajari artikel tersebut.
Di era globalisasi, era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, setiap individu harus menyumbangkan kreativitasnya dan menuangkannya secara tertulis. Terutama bagi mahasiswa yang selalu dihadapkan untuk mengerjakan pekerjaan dalam bentuk tertulis.
Namun ternyata dalam dunia penulisan masih banyak terjadi kebingungan di kalangan siswa yang masih tidak memahami bagaimana penulisan yang baik. Selain itu, budaya menulis menurut aturan EYD sering dilupakan karena perkembangan teknologi dan komputasi yang begitu cepat (Damayanti, 2010). Selain itu, semangat untuk menulis semakin menurun, sehingga tidak heran jika mahasiswa lebih memilih untuk menyalin karya orang lain atau membeli karya orang yang mengklaimnya sebagai miliknya. Padahal, perkembangan teknologi dan komputasi telah memberikan kemungkinan seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan mengekspresikan segala macam kreativitas, terutama dalam bentuk tulisan.
Sebagai contoh, di dunia internet terdapat banyak sekali informasi yang dapat memperluas pengetahuan dan pemahaman, serta menjadi tempat yang siap menerima segala kreatifitas dan ide manusia dalam bentuk tulisan. Dikalangan mahasiswa pada saat ini, masih banyak terdapat inisiatif dalam menulis yang tergolong rendah, sehingga hal ini memberikan dampak pada hasil karya ilmiah yang di susun sehingga menyebabkan banyak terdapat kesalahan yang terkait dengan sistem penulisan yang benar. Akan tetapi sudah tentunya mahasiswa yang telah melewati jenjang SD hingga SMA telah menerima pelajaran bahasa Indonesia dari A sa0mpai Z. Dan apakah di perguruan tinggi ini hanya mengulangi materi yang teah disampaikan layaknya di sekolah-sekolah? Berdasarkan hasil tersebut, para dosen biasanya mengajarkan materi mata kuliah yang disampaikan oleh guru bahasa Indonesia dari SD hingga SMA. Para dosen kembali mengajar tata bahasa Indonesia, kiat- kiat umum untuk memperbaiki ejaan, dan kiat-kiat terminologi umum.
Seringkali mahasiswa dibuat layaknya mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di Fakultas Sastra dan Bahasa. Seolah- olah mereka dididik menjadi calon ahli bahasa atau calon sarjana Bahasa Indonesia. Banyak mahasiswa tahun pertama mengikuti kursus bahasa Indonesia hanya dengan satu setengah langkah atau merasa tertekan dengan nilai atau poin nilai karena telah diberikan materi yang sama sebelumnya.Sehingga tidak diherankan jika mahasiswa mengalami kejenuhan dalam belajar bahasa Indonesia. Pentingnya Bahasa Indonesia Di Perguruan Tinggi Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu.
Bahasa Indonesia diajarkan mulai dari SD, SMP, dan SMA. Maka dari itu ada baiknya jika anak sekolahan dapat menguasai bahasa Indonesia. Setidaknya setelah jenjang SMA telah memiliki pengetahuan bahasa Indonesia yang mencukupi (Widi, 2014) Namun pada kenyataannya masih ada beberapa siswa yang dapat berbahasa Indonesia secara utuh. Di universitas kita belajar bahasa Indonesia, tapi kita harus menjaganya. Ini membutuhkan banyak pengaruh budaya muda dan asing yang cenderung mempengaruhi pikiran generasi muda. Selain itu, Bahasa Indonesia sangat perlu untuk dijadikan bahan ajar di universitas karena setiap mahasiswa di universitas tersebut biasanya datang dari berbagai penjuru
daerah di Indonesia. Kemudian bahasa Indonesia berfungsi sebagai pedoman dalam menyusun dan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi ilmiah. (disertasi, tesis, disertasi, dll). Selain itu, pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi bagi mahasiswa sama halnya dengan pembelajaran bahasa Indonesia. di SMA, tetapi percakapan di perguruan tinggi lebih spesifik dan mendalam, dan sebagian besar siswa masih ingin belajar bahasa Indonesia karena mereka dapat berbicara bahasa dengan baik dan benar. Karena masih banyak kesalahan pada penulisan bahasa, Dirjen Depdiknas RI memutuskan untuk memasukkan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi dan semua jurusan. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas berbahasa dan mengembangkan kepribadian para pelajar. Kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) diharuskan untuk memiliki kecakapan dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan sesuai kaidahnya agar keaslian bahasa Indonesia tetap dapat dijaga.
Pekerjaan akademik sering dilakukan di universitas. Mahasiswa bukan hanya membuat artikel ilmiah, tetapi juga berbagai macam bentuk karya tulis lainnya. Dalam mata kuliah bahasa Indonesia kita akan menemui materi untuk memahami pentingnya teknik Enhanced Spelling and Spelling (EYD) dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Kita harus bisa menggunakan diksi-diksi yang baik dan kalimat-kalimat yang efektif sesuai jenjang pendidikan, bukan seperti anak SMA dan SMP lagi. Dalam suatu karya ilmiah, penggunaan bahasa memiliki arti yang sangat penting. Bahasa adalah alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Untuk penggunaan bahasa dalam suatu karya ilmiah berarti menitikberatkan suatu bahasa sebagai alat komunikasi berupa tulisan. Karena itu, penggunaan bahasa dalam karya ilmiah sangatlah penting. Karya ilmiah memiliki pengertian sebuah karya tulis yang berisikan suatu pembahasan mengenai sebuah hal yang ditulis oleh seorang peneliti. karya ilmiah memiliki berbagai jenis seperti artikel jurnal dan laporan penelitian. Semua itu memiliki hakikat yang merupakan hasil dari kegiatan ilmiah. Makalah yang diberikan kepada mahasiswa lebih cenderung kepada hasil kesimpulan dari pemikiran yang ditulis para ahli kemudian mereka ambil poin pentingnya. Praktek penulisan laporan ditugaskan kepada mahasiswa sebagai suatu cara agar mahasiswa memiliki kemampuan dalam mengembangkan ide dan mencurahkan kreativitasnya dalam bentuk tulisan. Selain itu karena alasan di atas, terdapat beberapa hal lain yang membuat bahasa indonesia harus dijadikan mata kuliah di perguruan tinggi.
Dengan demikian, sangat penting untuk mengadakan mata kuliah Bahasa Indonesia di setiap perguruan tinggi selain karena bahasa indonesia merupakan bahasa negara kita sendiri dan sebagai bahasa pemersatu dengan cara ini juga kita secara tidak langsung telah melestarikan bahasa kita. siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia ini kalau bukan kita sebagai warga negara itu sendiri.
Diajarkannya mata kuliah Bahasa Indonesia bukan tanpa alasan melainkan karena memiliki fungsi sebagai berikut :
1) Menimbulkan sikap setia terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan dapat mendorong mahasiswa memelihara bahasa Indonesia.
2) Menumbuhkan kebanggan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan mampu mendorong mahasiswa mengutamakan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambing identitas bangsa, dan
3) Menumbuhkan dan memelihara kesadaran akan adanya norma bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan agar mahasiswa terdorong untuk menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku (Asih, 2016).
- KESIMPULAN
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai pedoman untuk mempersiapkan dan menggunakan susunan bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi akademik, apalagi belajar bahasa Indonesia di perguruan tinggi bagi mahasiswa sama dengan belajar bahasa Indonesia di sekolah menengah, tetapi percakapan di universitas lebih detail atau mendalam. Akibat pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang benar menyebabkan pembelajaran ini akan terus ada sampai jenjang pendidikan terakhir. Berbahasa yang baik ialah berbahasa sesuai dengan lingkungan atau tempat bahasa itu digunakan.
Dalam hal ini ada beberapa faktor yang menjadi penentu. Yang Pertama, orang yang berbicara. Kedua, orang yang sedang diajak berbicara. Ketiga, situasi tersebut formal atau nonformal. Dan yang ke empat, masalah dan topik pembicaraan. Sedangkan bahasa yang dikatakan baik dan benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidahnya, aturannya, dan bentuk strukturnya (Purnamasari et al., 2023).
Hal ini perlu untuk memberitahu dan mengajarkan para siswa menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidahnya. Di era globalisasi, era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, setiap orang wajib menyumbangkan idenya serta mencurahkannya secara tertulis. Terutama bagi mahasiswa yang hampir selalu dihadapkan untuk mengerjakan tugas secara tertulis. Namun dalam dunia penulisan masih banyak terjadi kebingungan di kalangan siswa yang menyebabkan kesalahan dalam membuat tulisan. Selain itu, budaya menulis menurut aturan EYD sudah mulai tidak dihiraukan lagi karena perkembangan teknologi dan komputasi yang begitu cepat. Selain itu, semangat menulis menurun, sehingga tidak mengherankan jika mahasiswa lebih memilih untuk menyalin karya orang lain atau membeli karya orang lain kemudian mengakui sebagai miliknya. Padahal, perkembangan teknologi dan komputasi telah memberikan kemungkinan seluas-luasnya bagi manusia untuk terus berkarya dan mengekspresikan segala macam idenya, terutama dalam bentuk tulisan.
DAFTAR PUSTAKA
Asih, 2016. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Setia.
Azhar Umar. (2017). Bahasa Indonesia Kaidah Bahasa Indonesia. 3, 24. Damayanti, E. (2010). Kesalahan Penggunaan Bahasa pada Iklan Komersial Media Luar Ruang di Kabupaten Kediri. Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2), 85–102. Kunjana Rahardi, M. H. (2009). Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (R. Rahmat (ed.)). Erlangga. Kusmana, S., Kuntarto, E., Boeriswati, E., & Suhartono. (2018). Cerdas Berbahasa. Academia.Edu.
Purnamasari, A., Amin, M., Lingga, L. J., & Ridho, A. (2023). Krisis Penggunaan Bahasa Indonesia di Generasi Milenial. ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(1), 14–18. Puspitasari, A. (2017). Menumbuhkan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar Dalam Pendidikan Dan Pengajaran. Tamaddun, 16(2), 81– - Rahayu, Mnto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Jakarta: PT Grasindo Sugiono. (2021). Cara Mudah Menyusun Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Bandung: Alfa Beta. Suminar, R. P. (2016). Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Mahasiswa Unsgawati. Jurnal Logika Vol. XVIII, No. 3, Desember 2016, 115-118. Tressyalina, F. P. (2020). Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Anak Usia 6-12 Tahun. Jurnal Metabahasa Vol. 3, No. 2, Juni 2020, 6-7