JURNAL HAKIKAT PEMBELAJARAN
SRI UZIFATUL JANNAH ALI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS POHUWATO
EMAIL: sriuzlifatuljannahali@gmail.com
Abstrak
Belajar merupakan suatu proses yang harus dilakukan oleh setiap individu untuk memperolehnya pengetahuan. Ini merupakan elemen mendasar dalam implementasi
tingkat pendidikan apa pun. Keberhasilan pendidikan tergantung pada pembelajaran siswa proses baik di dalam maupun di luar sekolah. Dalam pendidikan formal pembelajaran
proses tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar. Keduanya proses disinergikan untuk mewujudkan cita-cita bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan dunia. Sebagai makhluk pembelajar dan praktisi pendidikan, apapun yang berkaitan dengan pembelajaran penting untuk diketahui. Belajar adalah sebuah kesadaran aktivitas yang dilakukan oleh individu melalui pelatihan dan pengalaman itu menghasilkan perubahan perilaku yang meliputi kognitif, afektif dan aspek psikomotorik. Sedangkan belajar mengajar adalah suatu sistem atau proses mengajarkan mata pelajaran yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi sistematis agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif
dan efisien. Tiga ciri belajar itu adalah: (a) belajar itu bersifat sadar usaha seseorang, (b) belajar ditandai dengan perubahan perilaku itu mencakup seluruh aspek (kognitif, afektif, dan psikomotorik), dan sebagainya perubahan bersifat relatif permanen, (c) perubahan perilaku berasal dari proses interaksi dengan lingkungan dan latihan. Faktor yang mempengaruhi Proses belajar mengajar merupakan faktor internal (fisiologis dan psikologis) dan faktor eksternal (keluarga, sekolah dan masyarakat). Lima prinsip pembelajaran: subsumsi, penyelenggara diferensiasi progresif konsolidasi integratif Rekonsiliasi.
Kata Kunci: Proses pembelajaran, pendidikan, lingkungan
A. Pendahuluan
Pendidikan pada dasarnya berfungsi untuk membantu peserta didik dalam pengembangan dirinya, yaitu pengembangan semua potensi, kecakapan, serta karateristik pribadinya kearah yang positif, baik bagi diri maupun lingkungannya. Proses pendidikan agaknya tidak luput dari beberapa aktivitas diantaranya adalah belajar dan pembelajaran. Pentingnya belajar dan pembelajaran untuk menjadikan insan yang kamil ditunjukkan dari beberapa ayat dalam al-Qur’an yang menjelaskan pentingya belajar salah satunya terdapat dalam al-Qur’an surat Al-Alaq ayat 1-5 selain itu terdapat beberapa hadits Nabi Muhammad saw. yang juga membahas tentang pentingnya belajar.
Hakikat pembelajaran perlu dipelajari secara mendalam untuk mengetahui batasan- batasan dari masing-masing istilah tersebut. Belajar merupakan suatu aktifitas sadar yang dilakukan oleh individu melalui latihan maupun pengalaman yang menghasilkan perubahan tingkah laku yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Selain mengetahui hakekat belajar komponen-komponen yang berada didalamnya seperti ciri-ciri belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, dan prinsip-prinsip belajar menjadi penting untuk dikaji.
Secara etimologis dalam kamus besar bahasa Indonesia, belajar memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.
B. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan subjek didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan, dievaluasi secara sistematis agar subjek didik/pembelajar dapat mencapai tujuan-tujuan
pembelajaran secara efektif dan efisien (Komalasari, 2010). Terdapat dua konsep yang
tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran yaitu belajar dan mengajar.
Belajar
mengacu kepada apa yang dilakukan siswa, sedang mengajar mengacu kepada apa yang
dilakukan oleh guru (Mufarrokah, 2009).
Pembelajaran dapat dipandang dari dua sudut, pertama pembelajaran dipandang sebagai suatu sistem, pembelajaran terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisasi
antara lain tujuan pembelajaran, media pembelajaran, pengorganisasian kelas, evaluasi
pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran (remedial dan pengayaan). Kedua, pembelajaran dipandang sebagai suatu proses yang meliputi kegiatan
yang dilakukan oleh guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi
dan program tindak lanjut yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
C. Ciri-ciri Belajar
Ciri-ciri belajar menurut Eveline Siregar dan Hartini Nara diantaranya adalah: 1. Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change behavior).
- Perubahan perilaku relative permanent.
- Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial.
- Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.
- Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan (Wahyuni, 2010).
D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar dan Pembelajaran
Belajar dan Pembelajaran merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Secara skematik factor yang mempengaruhi belajar adapun faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan pembelajaran yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
- Faktor Intern
Faktor intern adalah faktor yang terdapat dalam diri individu itu sendiri. (Sudjana, 1989) Faktor intern ini berkaitan dengan unsur fisiologis dan psikologis siswa. Unsur fisiologis siswa berupa kondisi fisiologis secara umum serta kondisi panca indera. Sedangkan unsur psikologi berupa minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan kemampuan kognitif.
Sedangkan menurut Slameto faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri peserta didik. Di dalam membicarakan faktor intern ini, akan dibagi menjadi tiga faktor yaitu faktor jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan.
A. Faktor jasmaniah meliputi faktor kesehatan dan cacat tubuh.
B. Faktor psikologis meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.
Faktor kelelahan dibedakan menjadi dua, yaitu kelelahan jasmani dan rohani. Kelelahan
jasmani seperti lemah lunglai sedangkan kelelahan rohani sepertiadanya kelesuan dan kebosanan - Faktor Ekstern
Faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar diri peserta didik, faktor ekstern dikelompokkan menjadi tiga, yaitu faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat.
A. Faktor Keluarga Peserta didik akan dipengaruhi dari keluarga berupa cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga. Di dalam kehidupan keluarga, anak mendapatkan bimbingan dan perawatan dalam rangka membentuk perwatakan dan kepribadian anak, untuk menjadi dirinya sendiri atau menjadi pribadi yang utuh (Isjoni, 2009).
B. Faktor Sekolah Faktor sekolah yang dapat mempengaruhi belajar yaitu mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dan peserta didik, relasi peserta didik dengan peserta didik, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pengajaran, kualitas pengajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah. c. Faktor Masyarakat Lingkungan masyarakat dimana siswa berada juga berpengaruh terhadap semangat dan aktivitas belajarnya. Lingkungan masyarakat dimana warganya memiliki latar belakang pendidikan yang cukup, terdapat lembaga-lembaga pendidikan dan sumber-sumber belajar yang cukup, terdapat lembaga-lembaga pendidikan dan sumber-sumber belajar di dalamnya akan memberikan pengaruh positif terhadap semangat dan perkembangan belajar generasi mudanya
E. Prinsip-prinsip Belajar
Prinsip belajar ialah petunjuk atau cara yang perlu diikuti untuk melakukan kegiatan belajar (Sutikno, 1995). Peserta didik akan berhasil dalam belajarnya jika memperhatikan prinsip-prinsip belajar. Menurut Ausubel yang dikutip dalam Djadjuri, ada lima prinsip utama belajar yang harus dilaksanakan, yaitu: 1.
Subsumption, yaitu proses penggabungan ide atau pengalaman baru terhadap ide-ide yang telah lalu yang telah dimiliki. 2. Organizer, yaitu ide baru yang telah dicoba digabungkan dengan pola ide-ide lama diatas, dicoba diintegrasikan sehingga menjadi suatu kesatuan pengalaman. Dengan prinsip ini dimaksudkan agar pengalaman yang diperoleh itu bukan sederetan pengalaman yang satu dengan yang lainnya terlepas dan hilang kembali
KONSEP PEMBELAJARAN
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.
Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.
LANDASAN KONEP PEMBELAJARAN
proses belajar pada dasarnya melibatkan upaya yang hakiki dalam membentuk dan menyempurnakan kepribadian manusia dengan berbagai tuntutan dalam kehidupannya. Secara fisiologis belajar berarti mengingatkan kembali pada manusia mengenai makna hidup yang bisa dilalui melalui proses meniru, memahami, mengamati, merasakan, mengkaji, melakukan, dan menyakini suatu kebenaran sehingga semuanya memberikan kemudahan dalam mencapai segala yang dicita-citakan manusia. Belajar diperlukan oleh individu (manusia). Akan tetapi belajar juga harus dipahami sebagai sesuatu kegiatan dalam mencari dan membuktikan kebenaran.
Harapan para fisiolofis bahwa dengan belajar maka segala kebenaran di dalam semesta ini bisa dinikmati oleh manusia yang pada akhirnya akan menyadari bahwa alam semesta ini ada yang menciptakan. Dengan demikian, filsafat apapun yang telah menjadi hasil fikir manusia maka kaitannya dengan belajar ibarat siklus bahwa dengan filsafat, manusia bisa mempelajari (belajar) tentang segala sesuatu. Sebaliknya, dengan aktivitas belajar, maka pemikiran-pemikiran tentang belajar terus berkembang dan banyak ditemukan sehingga membawa pada warna inovasi ide dan pemikiran manusia sepanjang zaman.
perilaku manusia bisa berubah karena belajar, akan tetapi apakah manusia itu memahami perilakunya sendiri, atau menyadari dia harus berperilaku seperti apa jika berada atau dihadapkan dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Maka perilaku yang masih dicari inilah dapat dikaitkan dengan kajian dari ilmu psikologi. Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari gejala kejiwaan yang akhirnya mempelajari produk dari gejala kejiwaan ini dalam proses belajar.
Diantara psikologi yang banyak dan memang masih bertahan menjadi landasan
pokok dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, yaitu psikologi kognitif dan behavioristik. Disamping masih banyak aliran psikologi lainnya, namun kedua aliran psikologi ini sangat dominan dalam menentukan arah aktivita manusia dalam melakukan proses pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran seorang guru harus menguasai berbagai teori belajar, seperti teori belajar gestal, kongnitif, dan humanistik. Hal ini penting karena teori-teori belajar tersebut menjadikan landasan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran. Disamping menguasai berbagai teori belajar seorang yang melakukan kegiatan pembelajaran harus memahami betul tentang tugas-tugas perkembangan siswa, hal ini dilakukan agar pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakat siswa.
PROSES PEMBELAJARAN
Pengertian proses pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu obyektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta ketrampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik.
Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Adapun menurut Oemar Hamalik, Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran, dalam hal ini manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru dan tenaga lainnya, materi meliputi; buku-buku, papan tulis dan lain-lainnya. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas dan audiovisual. prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktek belajar, ujian dan sebagainya.
Pembelajaran biasanya terjadi dalam situasi formal yang secara sengaja diprogramkan oleh guru dalam usahanya mentransformasikan ilmu kepada peserta didik, berdasarkan kurikulum dan tujuan yang hendak dicapai. Melalui pembelajaran peserta didik melakukan proses belajar sesuai dengan rencana pengajaran yang telah diprogramkan. Dengan demikian, unsur kesengajaan
melalui perencanaan oleh pihak guru merupakan ciri utama pembelajaran. Upaya pembelajaran yang berakar pada pihak guru dilaksanakan secara sistematis yaitu dilakukan dengan langkah-langkah teratur dan terarah secara sistematik. yaitu secara utuh dengan memperhatikan berbagai aspek. Maka konsep belajar dan pembelajaran merupakan dua kegiatan yang berproses dalam suatu sistem.
HASIL BELAJAR DARI PEMBELAJARAN
Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Nana Sudjana (2009: 3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dimyati dan Mudjiono (2006: 3-4) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar. Benjamin S. Bloom (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 26-27) menyebutkan enam jenis perilaku ranah kognitif, sebagai berikut:
A. Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian kaidah, teori, prinsip, atau metode.
B. Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang dipelajari.
C. Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru. Misalnya, menggunakan prinsip.
D. Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian- bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik. Misalnya mengurangi masalah menjadi bagian yang telah kecil.
E. Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru. Misalnya kemampuan menyusun suatu program. 13
F. Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu. misalnya, kemampuan menilai hasil ulangan. Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar dapat dilihat melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan
menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hasil belajar yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif IPS yang mencakup tiga tingkatan yaitu pengetahuan (C1), pemahaman (C2), dan penerapan (C3). Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek kognitif adalah tes.
Hasil belajar sebagai salah satu indikator pencapaian tujuan pembelajaran di kelas tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri. Sugihartono, dkk. (2007: 76- 77), menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, sebagai berikut:
a. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal meliputi: faktor jasmaniah dan faktor psikologis.
b. Faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar individu. Faktor eksternal meliputi: faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat. 14 Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar di atas, peneliti menggunakan faktor eksternal berupa penggunaan model pembelajaran kooperatif Jigsaw dan model pembelajaran kooperatif STAD. Pelaksanaan dua jenis model pembelajaran kooperatif ini menuntut keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran.
KESIMPULAN
Belajar adalah suatu aktifitas sadar yang dilakukan oleh individu melalui latihan maupun pengalaman yang menghasilkan perubahan tingkah laku yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Sedangkan Pembelajaran merupakan suatu sistem atau proses membelajarkan subjek didik yang direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi secara sistematis agar subjek didik dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Pembelajaran dipandang dari dua sudut pertama sebagai suatu sistem (terdiri dari beberapa komponen yaitu tujuan pembelajaran, media pembelajaran, pengorganisasian kelas, evaluasi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran (remedial dan pengayaan)). Kedua pembelajaran sebagai suatu proses (terdiri dari kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi dan program tindak lanjut). Tiga ciri-ciri belajar: (a) belajar merupakan usaha sadar dari seseorang, (b) belajar ditandai adanya perubahan tingkah laku yang mencakup seluruh aspek (kognitif,
DAFTAR PUSTAKA
Aunurrahman. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Indonesia, Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa. (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Isjoni. (2009). Menuju Masyarakat Belajar: Pendidikan dalam Arus Perubahan (Cet II). Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Komalasari, K. (2010). Pembelajaran Kontekstual. Bandung: Refika Aditama. Komsiyah, I. (2012). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Teras. Mahmud. (2010). Psikologi Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia. Majid, S. A. A. dan A. A. (n.d.). At-tarbiyah wa Thuruqut Tadris (Juz I). Mesir: Darul Ma’arif. Mufarrokah, A. (2009). Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Teras. Nanang Hanafiah, C. S. (n.d.). Konsep Strategi Pembelajaran.
Bandung: Refika Aditama. Nara, E. S. dan H. (2010). Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. RI, D. A. (2004). Al-Qur’an dan Terjemahanya: Juz 1 – Juz 30. Bandung: Jumanatul Ali Art. Sahrani, P. S. dan
S. (2011). Psikologi Belajar dalam Perspektif Islam. Bogor: Ghalia Indonesia. Sardiman. (1994). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta). PT. Grafindo Persada. Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Misbah; Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Vol.4 (Vol 15). Jakarta: Lentera Hati. Slameto. (2006). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Soekamto, T. (1997). Teori Belajar dan Model-model Pembelajaran. Yogjakarta: PAU PPAI. Subroto, S. (1997). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, N. (1989a). Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Sinar Baru.